Skip to Content

Omnichannel Broadcast Engine

Membangun Platform Komunikasi Terpusat untuk ERP

Apa itu Omnichannel?

Omnichannel merupakan strategi komunikasi dimana satu pesan dapat dikirim melalui berbagai media komunikasi tanpa mengubah logika bisnis aplikasi.

Di era digital, sistem ERP tidak lagi hanya bertugas mengelola transaksi bisnis. ERP modern juga harus mampu menjadi pusat komunikasi dan terintegrasi antara perusahaan dengan pelanggan, supplier, maupun internal perusahaan.

Permasalahan yang sering ditemui adalah setiap media komunikasi memiliki sistem tersendiri. Contoh:

  • WhatsApp menggunakan API sendiri.
  • Telegram menggunakan Bot API. 
  • Email menggunakan SMTP. 
  • Social Media mempunyai API nya sendiri juga.
  • Push Notification menggunakan Firebase.

Akibatnya developer sering membuat integrasi yang berbeda-beda untuk setiap media sehingga menghasilkan kode yang sulit dipelihara.

Konsep inilah yang melahirkan Omnichannel Broadcast Engine.

🏷️ ERP hanya membuat satu campaign.

⚙️ Engine yang menentukan bagaimana pesan dikirim ke masing-masing channel.


Dengan demikian business process menjadi independen terhadap teknologi komunikasi.

ERP VS Communication Engine

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki beberapa kebutuhan komunikasi berikut:

  • CRM mengirimkan pesan follow-up kepada prospek.
  • Sales mengirim katalog produk melalui WhatsApp.
  • Accounting mengirim invoice melalui email.
  • HR mengirim pengumuman kepada seluruh karyawan.
  • Purchasing mengirim Purchase Order kepada supplier

Pada implementasi konvensional, masing-masing modul biasanya memiliki logika pengiriman pesan sendiri.

Filosofi "Channel Agnostic"

Salah satu konsep terpenting dalam Broadcast Engine adalah Channel Agnostic.


Artinya, sistem tidak mengenal WhatsApp, Telegram, maupun Email sebagai sesuatu yang spesial.


Semuanya dianggap sebagai Connection.


Misalnya sebuah perusahaan memiliki beberapa koneksi seperti berikut.

Nama 

Jenis

WhatsApp Official

WhatsApp

Srt Whatsapp Gateway

WhatsApp

Telegram Bot

Telegram

Gmail SMTP

Email


Campaign cukup memilih koneksi yang tersedia. Keuntungan dari pendekatan ini adalah ketika suatu saat perusahaan ingin menambahkan Microsoft Teams, Discord, atau platform baru lainnya, pengembang tidak perlu mengubah struktur Campaign yang sudah ada.

Campaign Sebagai Entitas Utama

Dalam Broadcast Engine, objek utama bukanlah WhatsApp ataupun Email melainkan campaign yang mana didalamnya dapat berisi

  • Judul campaign
  • Isi pesan
  • Daftar penerima
  • Lampiran media
  • Produk yang dipromosikan
  • Jadwal pengiriman
  • Status pengiriman

Dengan kata lain, Campaign mendeskripsikan apa yang ingin dikirim, bukan bagaimana cara mengirimnya.

Konsep ini membuat business logic tetap bersih dan mudah dikembangkan.

Dynamic Audience

Salah satu tantangan terbesar dalam sistem broadcast adalah menentukan siapa yang akan menerima pesan. Karena Broadcast Engine dibangun di atas Odoo, maka audience dapat memanfaatkan seluruh data ERP. Misalnya:

  • Semua customer aktif atau berdasarkan tag/kategori.
  • Supplier tertentu.
  • Leads dari CRM.
  • Member yang belum melakukan pembelian selama XX hari
  • Customer dengan total transaksi lebih dari Rp XX juta

Bahkan audience dapat dibangun menggunakan domain Odoo sehingga administrator tidak perlu membuat daftar penerima secara manual.

Integrasi Produk Secara Langsung

Berbeda dengan aplikasi broadcast biasa, ERP memiliki informasi produk yang lengkap. Broadcast Engine dapat memanfaatkan data tersebut untuk membuat katalog secara otomatis. Misalnya ketika bagian marketing memilih tiga produk pada sebuah campaign.Engine dapat secara otomatis menghasilkan pesan seperti:

Laptop ASUS Vivobook
Harga Rp8.499.000

beserta gambar produk, deskripsi singkat, hingga tautan pembelian. Pendekatan ini mengurangi pekerjaan manual dan menjaga konsistensi data antara ERP dan media promosi.

Cloud Media Management

Mengirim gambar atau video sering kali menjadi penyebab ukuran database membengkak. Karena itu Broadcast Engine tidak menyimpan file media di database. Sebaliknya, media ditempatkan pada cloud storage seperti:

  • Cloudflare R2
  • Amazon S3
  • Google Drive
  • MinIO
  • DigitalOcean Spaces

Database hanya menyimpan metadata dan URL file. Pendekatan ini memberikan beberapa keuntungan:

  • Backup database lebih kecil.
  • Performa database tetap terjaga.
  • File dapat digunakan oleh berbagai aplikasi.
  • Lebih mudah diintegrasikan dengan CDN.

Delivery Tracking Melalui Webhook

Mengirim pesan hanyalah langkah pertama. Perusahaan juga perlu mengetahui apakah pesan tersebut:

  • Berhasil dikirim.
  • Sudah diterima.
  • Sudah dibaca.
  • Gagal terkirim.

Broadcast Engine menyediakan webhook terpusat untuk menerima status dari berbagai provider. Seluruh provider kemudian dipetakan ke dalam status yang seragam. Misalnya:

  • Draft
  • Sent
  • Delivered
  • Read
  • Failed

Dengan demikian dashboard monitoring menjadi jauh lebih sederhana meskipun menggunakan berbagai provider berbeda.


Penutup

Transformasi digital tidak hanya berbicara mengenai pencatatan transaksi, tetapi juga bagaimana sebuah ERP mampu menjadi pusat komunikasi perusahaan.


Dengan membangun Omnichannel Broadcast Engine, Odoo tidak lagi hanya berfungsi sebagai sistem ERP, melainkan berkembang menjadi Enterprise Communication Hub yang mampu mengorkestrasi komunikasi lintas platform secara terpusat, konsisten, dan skalabel.


Arsitektur ini memungkinkan perusahaan mengirimkan notifikasi, promosi, invoice, pengingat pembayaran, hingga pesan berbasis AI melalui berbagai kanal komunikasi menggunakan satu engine yang sama. Selain lebih mudah dipelihara, pendekatan ini juga mempersiapkan sistem agar siap menghadapi penambahan teknologi komunikasi baru di masa mendatang tanpa perlu melakukan perubahan besar pada aplikasi inti.


Advanced Shift Management Odoo V18
Solusi Modern untuk Manajemen Shift dan Kehadiran Karyawan